Tampilkan postingan dengan label ILMU TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU TKJ. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2017

Cara Perawatan PC / Laptop dengan baik | Pelajaran Tkj Kelas X

Cara Perawatan Pc / Laptop



Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC.Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan.Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :
  •  Penyedot debu mini
  •  Kain kering atau tisu
  •  Cairan pembersih / cleaner
  •  Disk cleaner
  •  Cd Cleanet
Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
  • Obeng
  • · Tang
  • · Kuas
2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC

a) Penyedot Debu Mini

         Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untukmenghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luassempitnya sudut-sudut pada komponen. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan di sudutsudut casing komputer.

b) Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
         
        kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cairyang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatalpada komponen PC. Sedangkan Cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer.

c) Kuas

         Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debuatau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.

d) Disk Cleaner

        Disk cleaner digunakan untuk membersihkan head dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive. Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang
piringannya diganti dengan kertas tisu.

sumber : Web Ranto

e) CD Cleaner

          CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner
hanya terletak pada bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.

f) Obeng

          Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer,karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepaskomponen dalam PC.

g) Tang

         Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.


Catatan :
Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah casing komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :

1)Penyedot debu mini
2) Kain kering atau tisu
3) Cairan pembersih / cleaner
4) Disk Cleaner
5) CD Cleaner

Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
1) Obeng
2) Tang
3) Kuas

Sabtu, 18 Februari 2017

Ilmu Dasar Jaringan | Network Layer | Pelajaran kelas X Tkj

NETWORK LAYER

          Lapisan jaringan (Network layer) merupakan lapisan ketiga dari standar OSI yang berfungsi untuk me- nangani masalah jaringan komunikasi secara rinci. Pada lapisan ini, data yang berupa pesan-pesan (message) akan dibagi-bagi dalam bentuk paket-paket data yang dilengkapi dengan header-header tertentu pada setiap paket data tersebut.

         Network layer ini berfungsi untuk mengambil paket dari sumber dan mengirimkannya ke tujuan.Supaya sampai ditujuan perlu banyak dibuat hop pada router-router perantara di se-panjang lintasannya.Fungsi layer ini sangat kontras dengan fungsi data link layer, yang memiliki tujuan lebih sederhana cukup memindahkan frame dari ujung kabel yang satu ke ujung yang lainnya. Jadi network layer ini merupakan layer terbawah yang berkaitan dengan transmisi end to end.

         Dalam melaksanakan tugasnya, network layer harus me-ngetahui topologi subnet komunikasi yaitu router secara keseluruhan dan memilih lintasan yang cocok. Pemilihan router ini harus hati-hati agar saluran komunikasi dan router tidak kelebihan beban , sementara yang lainnya berada dalam keadaan idle .

         Selain itu bila sumber dan tujuan berada di jaringan yang berbeda , network layer bertugas mengatasi terjadinya perbedaan ini dan menyelesaikan masalah – masalah yang merupakan akibat dari adanya perbedaan ini .

      Secara umum , lapisan jaringan menyediakan beberapa layanan antara lain : pengendalian operas subnet , pemilihan rute , pengendalian kemacetan dan internetworking .

1. Pengendalian Operasi Subnet

          Pada dasarnya , ada dua buah pandangan dalam mengelola subnet , yang satu menggunakan koneksi , sedangkan yang lain tidak menggunakan koneksi. Dalam konteks operasi internal subnet , suatu koneksi biasanya disebut rangkaian virtual , baik secara internal maupun eksternal , sedangkan yang tidak menggunakan koneksi dinamakan datagram baik secara internal maupun eksternal.

Rangkaian virtual biasanya digunakan dalam subnet yang layanan utamanya adalah connetion oriented . didalam rangkaian virtual pemilihan rute baru bagi setiap paket atau sel yang dikirimkan dihindarkan . ketika koneksi telah terbentuk , sebuah rute dari komputer sumber ke komputer tujuan dipilih sebagai bagian dari pembentukan koneksi dan akan selalu diingat .

        Sebaliknya , pada subnet diagram tidak terdapat rute yang bekerja sebelumnya , walaupun layanannya connection oriented . setiap paket yang dikirimkan dirutekan secara independen dengan paket sebelumnya . paket berikutnya dapat mempunyai rute yang berbeda . selain subnet datagram harus bekerja lebih banyak , subnet juga umumnya harus kuat dan lebih mudah dapat menyesuaikan dengan kemacetan dibanding dengan subnet rangkaian virtual .

Bila paket yang mengalir melalui rangkaian virtual tertentu selalu mengambil rute yang sama melalui subnet, router harus mengingat kemana harus meneruskan paket bagi setiap rangkaian virtual terbuka yang melaluinya. Pada saat koneksi jaringan bentuk, nomor rangkaian virtual yang belum dipakai pada komputer itu dipilih sebagai identifikasi koneksi. Karena rangkaian virtual dapat dimulai dari salah satu ujungnya, timbul suatu masalah bila pembetukan panggilan berpropograsi ke dua arah sekaligus sepanjang rantai router.

Perlu dicatat,setiap proses diharuskan menandai kapan proses itu melintasi rangkaian virtual, sehingga rangkaian virtual bisa dibersihkan dari tabel router. Begitu banyak kegunaan rangkaian internal virtual bagi subnet. Terdapat kemungkinan lain, yaitu dengan menggunakan datagram secara internal. Setiap program harus berisi alamat penuh tempat tujuan. Pada jaringan yang besar ,alamat ini cukup panjang .Ketika sebuah paket datang , router mencari saluran keluar yang akan dpakai dan mengirimkan paket melalui saluran tersebut .Pembentukan dan pelepasan koneksi jarngan atau transport layer tidak memerlukan kerja khusus pada router .

1.1 Rangkaian Virtual Eksternal dan Internal

        Rangkaian virtual pada dasarnya adalah suatu hubungan seara logika yang dibentuk untuk menyambungkan dua stasiun.Paket dilabelkan dengan nomor sirkuit maya dan nomor urut.Paket dikirmkan dan datang secara berurutan.Gambar 5.1 berkut ini menjelaskan keterangan tersebut.


          Stasiun A mengirimkan 6 paket. Jalur antara logika disebut setara A dan B secara logika disebut sebagai jalur 1, sedangkan jalur antara A dan C disebut sebagai jalur 2. Paket pertama yang akan dikirimkan lewat jalur 1 dilabelkan sebagai paket 1.1, sedangkan paket ke-2 yang dilewatkan jalur yang sama dilabelkan sebagai paket 1.2 dan paket terakhir yang dilewatkan jalur 1 disebut sebagai paket 1.3. sedangkan paket yang pertama yang dikirimkan lewat jalur 2 disebut sebagai paket 2.1, paket kedua sebagai paket2.3. dari gambar 5.1 tersebut kiranya jlas bahwa paket yang dikirimkan diberi label jalur yang harus dilewatinya dan paket tersebut akan tiba di stasiun yang dituju dengan urutan pengiriman.

          Secara internal rangkaian maya ini bisa digambarkan sebagai suatu jalur yang sudah disusun untuk berhubungan antara satu atasiun dengan stasiun yang lain. Semua paket dengan asal dan tujuan yang sama akan melewati jalur yang sama sehingga akan sampai ke stasiun yang dituju sesuai dengan urutan pada saat pengiriman (FIFO). Gambar 5.2 berikut menjelaskan tentang sirkuit nvnya internal.


        Gambar 5.2 diatas menunjukkan adanya jalur yang harus dilewati apabila suatu paket ingin dikirimkan dari A menuju B, yaitu sirkuit maya 1 atau rangkaian virtual 1 ( Virtual Sircuit 1 ) yang disingkat VC #1. Sirkuit ini dibentuk dengan rute melewati node 1-2-3. Sedangkan untuk mengirimkan paket A menuju C dibentuk sirkut maya VC #2, yaitu rute yang melewati node 1-4-3-6.

1.2 Datagram Eksternal dan Internal

    Dalam bentuk datagram, setiap paket dikirimkan secara independen. Setiap paket diberi label alamat tujuan. Berbeda dengan sirkuit maya, datagram memungkinkan paket yang diterima berbeda urutan dengan urutan saat paket tersebut dikirim. Gambar 5.3 berikut ini akan membantu memperjelas ilustrasi.

    Jaringan mempunyai satu stasiun sumber A dan stasiun tujuan yakni B dan C. Paket yang akan dikirimkan ke stasiun B dan ditambah nomor paket sehingga menjadi misalnya B.1, B.37, dan sebagainya. Demikian juga paket yang ditujukan ke stasiun C diberi label yang serupa, misalnya paket C.5, C.17, dan sebagainya.


       Dari Gambar 5.3, stasiun A mengirimkan enam buah paket. Tiga paket ditujukan ke alamat B. Urutan pengiriman untuk paket B adalah pake B.1, paket B.2 dan paket B.3. sedangkan tiga paket yang dikirimkan ke C masing-masing secara unit adalah paket C.1, paket C.1 dan paket C.3. paket-paket tersebut sampai di B dengan urutan kedatangan B.2, paket B.3 dan terakhir paket B.1 sedangkan di stasiun C, paket-paket tersebut diterima dengan urutan C.3, kemudian paket C.1 dan terakhir paket C.2.
   

         Ketidak utrutan ini lebih disebabkan karena paket dengan alamat tujuan yang sama tidak harus melewati jalur yang sama. Setiap paket bersifat independen terhadap sebuah jalur. Artinya sebuah paket sangat mungkin untuk melewati jalur yang lebih panjang dibanding paket yang lain, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke alamat tujuan berbeda tergantung rute yang ditempuhnya.

Secara internal datagram dapat digambarkan pada gambar 4 sebagai berikut:

1.3 Perbandingan Subnet Rangkaian Virtual dan Datagram

    Terdapat perbedaan pendapat dalam penggunaan rangkaian virtual dan datagram. Rangkaian virtual mengijinkan paket berisi nomor dan rangkaian, bukannya alamat penuh tujuan. Bila paketnya pendek, maka alamat penuh tujuan di dlam paket menyebabkan overhead yang besar.

      Penggunaan rangkaian virtual memerlukan fase pembentukan, yang memakan waktu dan memerlukan sumber daya. Akan tetapi pelaksanaan apa yang harus dikerjakan pada paket dalam rangkaian subnet rangkaian virtual cukup mudah yaitu router cukup memakai nomor untuk mengetahui tujuan paket. Pada subnet datagram, untuk menentukan kemana paket pergi diperlukan prosedur yang rumit.

      Ketika koneksi terbentuk, rangkaian virtual memiliki kelebihan dalam menghindari kemacetan yang terjadi dalam subnet, karena sumber daya dapat dipesan sebelumnya. Pada subnet datagram cara menghindari kemacetannya lebih rumit. Rangkaian virtual juga memiliki masalah yang kritis. Bila sebuah router tabrakan dan kemudian kehilangan memorinya, walaupun router kembali pada detik kemudian, maka semua rangkaian virtual yang melaluinya hams dibatalkan. Sebaliknya, bila router gdatagram mati, hanya para pengguna yang paketnya telah berada dalam antrian pada router akan mengalami tabrakan, atau bahkan tidak sama sekali, tergantung apakah paket-paket itu telah diberi acknowledgement atau tidak.

Perbandingan secara lengkap antara subnet rangkaian virtual dan datagram dapat dilihat pada Tabel .1 dibawah ini.

Sekian artikel mengenai Network Layer , Jika ada salah kata mohon dimaafkan karena seorang blogger juga manusia yang tidak luput dari kesalahan hehe . Ada yang tidak paham bisa diskusi di komentar .
























Jumat, 17 Februari 2017

Penjelasan prosedur backup sofware | Ilmu Dasar Tkj | Dasar komputer

Penjelasan Prosedur Backup Software


Assalamualaikum , disini saya nubie ingin menulisa sebuah artikel dimana artikel ini saya dapatkan dari sekolah hehe mungkin sudah banyak tau tapi saya ingin memberikan sebuah informasi sedikit tentang "Penjelasan Prosedur Backup Software" . 

         Media penyimpan adalah bagian komputer yang mempunyai kerja sebagai penyimpan software dan program. Media penyimpan merupakan salah
satu periferal yang digunakan untuk melakukan backup software. Media
penyimpan mempunyai satuan terkecil yaitu bit. Berikut ini satuan
kapasitas media penyimpan, antara lain: 1. Bit = 1 bit 2. Nibble = 4 bit 3. Byte = 8 bit = 1 Byte
4. Kilobyte = 1000 byte = 1 Kb
5. Megabyte = 1000000 byte = 1 Mb
6. Gigabyte = 1000000000 byte = 1 Gb
7. Terrabyte = 1000000000000 byte = 1 Tb Media penyimpan dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu: 1. Memori Internal Memori jenis ini dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Berikut
ini gambar hierarki memori dalam sebuah komputer.

Berdasarkan hierarki memori diatas maka dalam mengimplementasikan sistem memori terdapat tiga hal penting yaitu: a) Semakin kecil waktu akses, semakin besar harga per bit b) Semakin besar kapasitas, semakin kecil harga per bit c) Semakin besar kapasitas, semakin besar waktu akses. 2. Memori Eksternal Memori jenis ini dapat diakses oleh prosesor melalui suatu modul I/O. Memori eksternal dapat dibagi menjadi tiga tipe/jenis, yaitu: a) Magnetic Disk Magnetic Disk merupakan sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi.

Berdasarkan ukurannya magnetic disk dapat dibagi menjadi tiga
yaitu:
1) Floppy Disk Drive

  •   Mempunyai ukuran 8 , 3,5 dan5,24 
  • Mempunyai kapasitas max 1,44 Mb, (2,88 tidak populer)
  •  Lambat 
  • Umum Murah


2) Hard Disk
b. ZIP DRIVE

  •        Murah
  •  Mudah penggunaannya
  •  Umum
  • Maksimal 100m
a. JAZZ

  •         Tidak murah
  • Minimal 1Gb


c. L -120

  • Murah 
  • Dibaca seperti floppy 3,5 
  • Tidak Populer
  •  Kapasitas 120 Mb


d. Multimedia Card

  • Murah
  •  Mudah penggunaannya
  •  Untuk perangkat (device) mobile
  • . Kapasitas : 64 Mb, 128 Mb, 256 Mb, dan 512 Mb


e. USB Flash Disc

  • Murah
  •  Mudah
  •  penggunaannya Populer
  •  Kapasitas : 64 Mb, 128 Mb, 256 Mb, 512 Mb dan 1 Gb.


f. CD ROM

  • Kapasitas : 180 Mb, 650 Mb dan 720 Mb/disc
  •  Mudah
  •  penggunaannya Populer


g. DVD ROM

  • Max 4,7 Gb/layer
  •  Mudah penggunaannya
  •  Populer

h. Magnetic Tape

  • Lambat
  •  Mudah penggunaannya
  •  Sangat murah harganya
  •  Kapasitas max 1 Gb


Dari jenis-jenisnya kita bisa menyimpulkan bahwa :

  1. Media menyimpan merupakan salah satu periferal yang digunakan untuk melakukan backup
  2. Media menyipan dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu ; memori internal dan memori ekternal .

Minggu, 12 Februari 2017

Penjelasan tentang apa itu TRANSPORT LAYER dan apasih keuntungaanya ?

TRANSPORT LAYER
        hai para blogger , saya newbie yang ingin memberikan sedikit informasi tentang ilmu TKJ hehe . Mungkin para mastah sudah mengetahui itu semua tapi disini saya akan menjelaskan sedetail-detailnya agar semuanya paham . Oke tidak usah banyak basa basi langsung saja bahwa pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang apa itu "TRANSPORT LAYER" , Semak betul-betul agar kalian dapat memahaminya .
         Transort layer atau lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OIS dan jantung dari hirarki protokol secara keseluruhan. Tugas layer ini menyediakan data trasnport yang bisa diandalkan dan efektif biayanya dari komputer sumber ke komputer tujuan, yang tidak tergantung pada jaringan fisik atau jaringan-jaringan yang digunakan. Tanpa transport layer, seluruh konsep protokol yang menggunakan layer tidak akan ada gunanya.
        Layer atau lapisan ini yang mengatur koneksi dari satu ujung ke ujung yang lain atau dari komputer pengirim ke komputer penerima dan juga yang membangun koneksi logika antara host pengirim dengan penerima dalam jaringan. Layer ini jugalah yang mengatur dan mengimplementasikan layanan transport yang handal antar jaringan yang transparan untuk layer-layer di atasnya (upper layer). Fungsi dari layer ini meliputi How control, error checking dan recovery.

1. Layanan Lapisan Transport

             Lapisan transport memberikan pelayanan secara transparan dalam hal error recovery dan flow control. Fungsi dari lapisan keempat ini merupakan mekanisme yang seseuai untuk pertukaran data antara proses dari sistem yang berlainan. Lapisan transport menjafnin bahwa data yang diberikannya pada session layer diatasnya dalam keadaan utuh, urut dan tanpa duplikasi serta bebas dari kesalahan. Lapisan ini juga mendukung penggunaan layanan jaringan semaksimal mungkin. Sebagai contoh entitas pada lapisan session dapat mehentukan layanan yang diinginkannya seperti penentuan kecepatan pertukaran data, kualitas data yang masih dapat diterima, waktu tunda maksimum, masalah prioritas dan keamanan, sehingga lapisan transport ini berlaku sebagai penghubung antara pemakai dengan fasilitas komunikasi yang ada.
            Di samping itu lapisan transport juga berfungsi untuk memecah data dari lapisan session menjadi pesan-pesan dan memastikan pesan-pesan tersebut diterima dengan foenar di tujuan. Lapisan ini akan menyediakan koneksi berganda setiap sesinya ke dalam satu koneksi. Lapisan transport juga bertugas mencari jalur (routing) yang kosong untuk transmisi data.

           Contoh protokol pada lapisan transport yang banyak digunakan adalah TP-NBS, UDP, dan TCE TCP memberikan service connection oriented, bisa diandalkan dan byte stream servie. Penjelasan untuk service tersebut kurang lebih demikian sebelum melakukan pertukaran data, setiap aplikasi yang menggunakan TCP di wajibkan untuk membentuk hubungan (handshake), kemudian dalam proses pertukaran data, TCP mengimplementasikan proses deteksi kesalahan paket dan retrans-rnisl, dan semua proses ini termasuk pengiriman paket data ke tujuan yang dilakukan secara berurutan.

1.1 Kualitas Layanan

            Fungsi primer dari lapisan transport adalah meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikahan oleh lapisan jaingan. Jika layanan lapisan jaringan tanpa cacat, maka lapisan transport mendapat beban tugas yang mudah. Sebaliknya, jika layanan jaringannya tidak baik, maka lapisan transport ini harus menjembatani jarak antara apa yang diinginkan pemakai lapisan transport dan apa saja yang diberikan oleh lapisan jaringan.

           Meskipun secara sekilahs kualitas layanan tampaknya seperti konsep yang kabur, tetapi kualitas layanan ini dapat ditentukan menurut sejumlah parameter tertentu.

1. Connection establishment delay
         Jumlah waktu antara saat permintaan koneksi transport dengan diterimanya konfirmasi oleh pengguna oleh layanan transport. Delay meliputi pemrosesan pada transport entity di tempat lain. Seperti halnya parameter-parameter yang menjadi ukuran delay, semakin pendek delay, maka semakin baik layanannya.

2. Connection establishment failure probability
        Kesempatan koneksi untuk tidak terbentuk di dalam waktu delay pembentukan maksimum, misalnya sehubungan dengan kemacetan jaringan atau kurangnya ruang pada tabel dan masalah internal lainnya.

3. Parameter throughput
       Mengukur jumlah byte data pengguna yang ditransfer perdetik.Byte ini diukur dalam interval waktu tertentu. Throughput diukur secara terpisah pada masing-masing arah lalu lintasnya.

4. Transit delay
      Mengukur waktu antara saat pesan yang dikirim oleh pengguna transport pada komputer sumber dan saat pesan diterima oleh pengguna transport pada komputer tujuan. Seperti halnya throughput.

5. Residual error ratio
       Mengukur jumlah pesan yang hilang atau rusak sebagai bagian dari total pesan yang dirimkan. Pada teorinya, kelajuan error residu harus sama dengan nol, karena telah merupakan tugas transport layer untuk menyembunyikan seluruh error network layer. Sedangkan dalam prakteknya, rasio ini bisa berupa nilai kecil yang tertentu.

6. Transfer failure probability
      Mengukur sejauh mana layanan lapisan transport berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika koneksi transport ditetapkan, harus disepakati dahulu tingkat keluarannya, delay transitnya dan angka kesalahan residunya. Probabilitas kegagala transfer datan memberikan tenggang waktu sehingga ketetapan yang telah disepakati ini tidak akan terpenuhi selama periode observasi.

7. Connection release delay
     Jumlah waktu yang terbuang antara waktu pelepasan awal koneksi oleh komputer sumber dan terjadinya pelepasan pada komputer penerima.

8. Connection release failure probability (probabilitas kegagalan
     pelepasan koneksi) bagian dari usaha pelepasan koneksi yang telah ditetapkan.

9. Parameter protection
      Menyediakan cara bagi pengguna transport untuk menspesifikasikan pemakaian transport layer dalam menyendiakan proteksi terhadap pihak ketiga yang tidak berhak, yang berusaha untuk membaca atau memodifikasi data yang hendak ditransmisikan.

10. Parameter priority
      Menyediakan cara pengguna transport untuk mengindikasikan bahwa beberapa koneksinya lebih penting dibanding dengan koneksi lainnya. Pada saat terjadi kemacetan, parameter ini menentukan bahwa koneksi yang berprioritas tinggi dilayani lebih dahulu dari koneksi yang berprioritas rendah.

11. Parameter resilience
      Memberikan probabilitas transport layer itu sendiri yang secara spontan mengakhiri koneksi sehubungan dengan adanya masalah internal kemacetan.
 Web Ranto

Sekian dari penjelasan saya mengenai TRASPORT LAYER jika ada salah kata maupun gambar tidak jelas mohon dimaafkan bruh hehe karena manusia juga punya salah dan dosa .